BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Dalam proses belajar mengajar ada empat komponen penting yang berpengaruh bagi keberhasilan belajar siswa, yaitu bhan belajar, suasana belajar, media dan sumber belajar, serta guru sebagai subyek pembelajaran.
Media
sebgai salah satu komponen dalam
kegiatan belajar mengajar dan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran dipilih atas
dasar tujuan dan bahan pelajaran yang telah ditetapkan.
Untuk membantu hal tersebut, maka kami
menyusun makalah ini dengan berbagai teori antara lain kedudukan ilmu social
dalam bidang ilmu, pengertian fakta konsep dan generalisasi, konsep dasar dalam
ilmu sejarah, ko9nsep dasar geogreafi, konsep dasar tentang ilmu ekonomi/
koperasi, konsep dasar ilmu politik dan pemerintahan, konsep dasar sosiologi,
konsep dasar antropologi, konsep dasar psikologi social.
1.2
Rumusan masalah
Dalam
makalah ini kami mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
·
Apa pengertian kedudukan ilmu sosial
dalam bidang ilmu
·
Apa pengertian fakta konsep dan
generalisasi
·
Apa pengertian konsep dasar dalam
ilmu sejarah
·
Apa pengertian konsep dasar geografi
·
Apa pengertian tentang ilmu ekonomi
atau koprasi
·
Apa pengertian ilmu politik dan
pemerintahan
·
Apa pengertian sosiologi
·
Apa pengertian antropologi
·
Apa pengertian psikologi sosial
1.3
Tujuan penulisan
Penulisan makalah adalah di ajukan untuk memenuhi tugas
terstruktur mata kuliah konsep dasar IPS.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa banyak kekurangan
baik pada teknik penulisan maupun materi , mengingat akan kemampuan yang
dimiliki kami.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kedudukan ilmu sosial dalam bidang ilmu
Filsafat sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan (Mater,
Scientiarum)
Tokoh: Plato, Aristoteles, John Locke, Thomas Hobes, JJ
Rousseau
Filsafat ada tiga:
- Filsafat Alam
- Astronomi, Fisika (kosmologi)
- Kimia, Biologi, Geografi (natural sains)
- Filsafat Kejiwaan -> Psikologi
- Filsafat Sosial -> Ilmu-ilmu social
Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas,
Pasal 1 ayat 1:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan diri, keprinadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Lima Hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan:
- Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik
- Pendidikan sebagai kegiatan bimbingan
- Pendidikan sebagai kegiatan pengajaran
- Pendidikan sebagai kegiatan pelatihan
- Peran peserta didik
Ilmu-Ilmu Sosial
Calhoun (1971)
Ilmu-ilmu social sebagai studi tentang tingkah laku kelompok
umat manusia (The Study of The Group Behaviour of Human Beings)
Pendidikan ilmu-ilmu sosial:
Pendidikan mengenai disiplin ilmu-ilmu sosial
- SMU/SMK : Tingkat Dasar, masih bersifat permulaan
- Mahasiswa : Kedalaman materi untuk bidang studi
Perbedaan ini akan menyebabkan perbedaan kurikulum.
Dua hal yang diperhatikan dari mahasiswa dalam setiap
pengajaran disiplin ilmu:
- Penguasaan aspek subtansif keilmuan
Penguasaan prosedur penelitian yang dapat digunakan untuk
pengembangan teori, generalisasi, dan konsep-konseo fakta.
- Penguasaan prosedur hedodolis pencarian kebenaran dalam keilmuan itu
Yaitu penguasaan pandangan teori, generalisasi,
konsep-konsep fakta.
Bentuk-Bentuk Pendidikan Ilmu Sosial
Ilmu-ilmu sosial:
- Disiplin Ilmu Sosial
Salah satu sumber materi pendidikan, berdiri sendiri.
Misal: Ekonomi, Sejarah, Antropologi, Sosiologi, dll.
- Disiplin Ilmu Sosial
- Sumber materi pendidikan, dibagi menjadi empat macam pendekatan:
- Pendekatan Terpisah
Yaitu pendekatan dimana sikap disiplin dalam ilmu social
diajarkan secara terpisah. Tujuan dan materi pembelajaran dikembangkan dari
disiplin ilmu yang bersangkutan.
2.
Pendekatan
Gabungan
Pendekatan pendidikan ilmu social yang menggabungkan
(korelasi) beberapa disiplim ilmu sosial dalam melakukan kajian terhadap suatu
pokok bahasan.
3.
Pendekatan
Multidisiplin
Yaitu pendekatan ilmu social yang menggunakan lebih dari
satu disiplin ilmu, tetapi dipertahankan dua kedudukan satu disiplin ilmu
terhadap masalah sama denagn kedudukan disiplin ilmu lain.
4.
Pendekatan
Terpadu
Yaitu pendekatan yang memadukan berbagai disiplin ilmu
social sedemikian rupa sehingga batas antara satu disiplin ilmu dengan lainnya
sudah tak tampak.
Landasan Pendidikan Ilmu Sosial
Guru yang baik adalah guru yang mempunyai wawasan dan
kesadaran akan manfaat ilmu yang diajarkan.
Manfaat:
·
Pengembangan karier
·
Mencari dan menambah pengetahuan
·
Penumbuhan keterampilan professional baru
·
Perbaikan profesi belajar siswa yang dibimbingnya
Landasan Filosofis Pendidikan
Dasar pandangan seseorang mengenai tujuan yang seharusnya
dicapai, materi yang apa yang seharusnya diajarkan, proses belajar apa yang
harus dikembangkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
Ada tiga macam aliran dalam falsafah kurikulum:
- Aliran Esensial
Berpandangan agar sekolah menjadi pusat keunggulan
pendidikan harus disajikan dalam bentuk keilmuan dan kurikulumnya adalah
kurikulum disiplin ilmu.
Tanner dan Tanner (1980)
Intelektualisme adalah tujuan yang paling mendasar dari
setiap upaya pandidikan.
2.
Aliran
Perenialisme
Berpandangan bahwa pendidikan harus diarahkan pada
pengembangan intelektual siswa.
Tanner dan Tanner (1980)
Beranggapan bahwa pendidikan harus diarahkan secara
eksklusif pada pengembangan intelektual tersebut, harus didasarkan pada studi
yang dinamakan Liberal Arts dan buku besar.
3.
Aliran
Rekonsrukturionis
Berpandangan bahwa pendidikan sebagai wahana untuk
mengembangkan kesejateraan social (Tnner dan Tanner).
·
Intelektual bukan tujuan yang dikehendaki
·
Menyelesaikan problema masyarakat untuk
meningkatkan kesejateraan masyarakat jauh lebih penting dari pengembangan
intelektualisme keilmuan
Landasan Politis
Untuk Indonesia dihubungkan dengan keputusan formal dalam
pendidikan, seperti Pancasila, UUD 45, UU Pendidikan, Peraturan Pemerintah,
Keputusan Menteri.
UU Pendidikan No. 20 Tahun 2003:
“Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa
dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman
dan bertakwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan
dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan
mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tuntutan Masyarakat
Menurut Tyler, (1946), Taba (1963), Tanner dan Tanner
(1984):
Tuntutan masyarakat adalah salah satu dasar dalam
pengembangan kurikulum.
Pengembangan masyarakat yang pesat selalu membawa dampak
bagi kehidupan social, ekonomi, dan budaya. Munculnya nilai dan norma baru yang
mungkin dianggap berbeda, bahkan bertentangan dengan apa yang diyakini anggota
mayarakat itu sebagai individu ataupun kelompok.
Tujuan Pendidikan Ilmu Sosial
Yaitu mengembangkan kemampuan siswa dalam penguasaan
disiplin ilmu social untuk mencapai tujuan ilmu social yang lebih tinggi.
Tujuan pencapaian pendidikan ilmu sosial dikelompokkan dalam
3 kategori:
- Pengembangan kemampuan intelektual siswa
- Pengembangan kemampuan serta rasa tanggung jawab sebagai anggota masyarakat dan bangsa
- Pengembangan diri siswa pribadi
Jenis tujuan ada dua:
- Tujuan Obyektif, yaitu tujuan yang dicapai dalam 1-2 kali pertemuan kelas atau dapat dicapai dalam 1 satuan pengajaran (satpel).
- Development Obyektif, yaitu pencapaiannya melalui penguasaan materi yang cukup lama oleh siswa.
Pengetahuan dan Pemahaman
Seseorang yang belajar IPS harus memiliki pengetahuan dan
pemahaman mengenai:
- Ruang lingkup dan pokok kajian
- Struktur keilmuan dari setiap disiplin
- Fakta, konsep, peristiwa yang dianggap penting
- Pokok pikiran keilmuan
- Teori yang dianggap penting dan relevan
- Tokoh yang melahirkan teori
- Isu penting yang ada di masyarakat
Pengembangan:
Pengembangan afektif adalah tujuan yang berkenaan dengan
aspek sikap, nilai, dan moral.
- Sikap
Kecenderungan psikologis seseorang terhadap benda, sifat,
keadaan, pekerjaan, dan pendapat. Sikap tercermin dalam pernyataan senang,
setuju, sayang.
- Nilai
Sesuatu yang menjadi criteria apakah suatu tindakan pendapat
atau hasil kerja itu positif atau negatif. Dasar nilai adalah agama, adat
setempat, perjanjian-perjanjian.
- Moral
Kriteria yang menjadi dasar untuk menentukan apakah
tindakan, pendapat atau hasil kerja baik/tak baik, boleh/tak boleh dilakukan,
apakah nanti merusak akhlak suatu bangsa dan moral adalah sesuatu yang diikuti
dengan sanksi moral.
Pengembangan Konatif
Adalah kualitas yang menimbulkan bahwa seseorang tidak hanya
memiliki pengetahuan dan pemahaman, kemampuan kognitif yang tinggi, sikap nilai
& moral, akan tetapi dia juga memiliki keinginan untuk melaksanakan dan
membuktikan dalam kehidupan sehari-hari.
Konatif adalah pelaksanaan yang riil dari apa yang sedang
menjadi miliknya.
Tujuan konatif:
- Penumbuhan sikap dan kehidupan yang religious
- Melaksanakan tugas social
- Melaksanakan tanggung jawab pribadi
- Bekerja keras
- Jujur
- Kemauan serta kemampuan untuk beradaptasi
2.2
Pengertian fakta konsep dan generalisasi
Ilmu-ilmu social
mempelajari tindakan-tinadakan manusia yang berlangsung dalam proses kehidupan
dalam upacaya menjelaskan mengapa manusia berprilaku seperti yang mereka
lakukan. Suatu struktur ilmu pengetahuan, termasuk ilmu social, tersusun dalam
tiga tindakan dari yang paling sempit ke yang paling luas, yaitu :
1. Fakta.
2. Konsep.
3. Generalisasi (Savage dan Armstrong, 1996 : 24 dalam Fakih Samlawi Bunyamin Maftuh :
1. Fakta.
2. Konsep.
3. Generalisasi (Savage dan Armstrong, 1996 : 24 dalam Fakih Samlawi Bunyamin Maftuh :
A. Fakta
Fakta adalah informasi tau data yang ada/terjadi dalam kehidupan dan dikumpulkan oleh para ahli ilmu social yang terjamin kebenarannya. Akan tetapi fakta ini memiliki kekuatan menjelaskan yang terbatas. Beberapa contoh fakta,seperti dibawah ini :
- Gunung Galunggung meletus tahun 1982.
- Pada tahun 1997 banyak hutan di Sumatera dan Kalimantan terbakar.
- Jakarta adalah ibukota Indonesia.
- Jawa Barat mempunyai penduduk lebih banyak dari pada Irian Jaya.
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah pada tanggal 17 Agustus 1945.
- Penduduk Indonesia berkonsentrasi di Pulau Jawa, Bali, dan Madura.
- Ikrar Sumpah Pemuda terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928.
- Bandung adalah Ibu Kota Propinsi jawa Barat.
- Orde Reformasi dimulai tahun 1998.
Menurut Savage dan Armstrong (1996:24) mengatakan bahwa : “Konsep tidak dapat dipelajari dalam kekosongan, melainkan dicapai dalam suatu proses yang melibatkan fakta-fakta yang khusus”. Oleh sebab itu guru harus memilih fakta yang dapat membantu siswa untuk mampu memahami konsep dan generalisasi. Dapat dikatakan bahwa fakata adalah merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang pernah terjadi atau pernah ada dan memberikan informasi yang bermakna bagi manusia, sehingga dapat membentuk sebuah konsep.
Fakta adalah informasi tau data yang ada/terjadi dalam kehidupan dan dikumpulkan oleh para ahli ilmu social yang terjamin kebenarannya. Akan tetapi fakta ini memiliki kekuatan menjelaskan yang terbatas. Beberapa contoh fakta,seperti dibawah ini :
- Gunung Galunggung meletus tahun 1982.
- Pada tahun 1997 banyak hutan di Sumatera dan Kalimantan terbakar.
- Jakarta adalah ibukota Indonesia.
- Jawa Barat mempunyai penduduk lebih banyak dari pada Irian Jaya.
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah pada tanggal 17 Agustus 1945.
- Penduduk Indonesia berkonsentrasi di Pulau Jawa, Bali, dan Madura.
- Ikrar Sumpah Pemuda terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928.
- Bandung adalah Ibu Kota Propinsi jawa Barat.
- Orde Reformasi dimulai tahun 1998.
Menurut Savage dan Armstrong (1996:24) mengatakan bahwa : “Konsep tidak dapat dipelajari dalam kekosongan, melainkan dicapai dalam suatu proses yang melibatkan fakta-fakta yang khusus”. Oleh sebab itu guru harus memilih fakta yang dapat membantu siswa untuk mampu memahami konsep dan generalisasi. Dapat dikatakan bahwa fakata adalah merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang pernah terjadi atau pernah ada dan memberikan informasi yang bermakna bagi manusia, sehingga dapat membentuk sebuah konsep.
B. Konsep
Didalam kata konsep terdapat dua makna yang terkandung didalamnya, namun untuk mebedakannya kita bisa melihat tentang kata konsep yang dicontohkan dengan dua kalimat seperti dibawah ini :
Pertama ; Mahasiswa PPL itu belum selesai membuat konsep laporan praktek mengajar.
Kedua ; Saya belum mengerti tentang konsep IPS yang diterangkan oleh dosen.
Pengertiannya atau maknanya adalah pada kalimat pertama yaitu berarti “rancangan” atau draff. Sedangkan pengertian atau makna kata dari konsep pada kalimat kedua adalah gagasan atau ide, pokok-pokok pikiran dalam pelajaran IPS.
Konsep adalah suatu kesepakatan bersama untuk penamaan sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berfikir dan memecahkan masalah. Menurut S. Hamid Husen (1995) mengemukakan bahwa : “Konsep adalah pengabstraksian dari sejumlah benda yang memiliki karakteristik yang sama”. Namun menurut More dalam Skell (1995:30) bahwa : “konsep itu adalah sesuatu yang tersimpan sebuah idea tau sebuah gagasan". Sedangkan Parker menyatakan bahwa ; “konsep adalah gagasan-gagasan tentang sesuatu. Konsep dapat juga dikatakan sebagai gagasan yang ada melalui contoh-contoh. Dapat ditarik kesimpulan dari contoh diatas bahwa seseorang harus terlibat dalam proses berfikir, karena ia sedang memikirkan tentang contoh-contoh konsep. Proses berfikir itu sering disebut dengan istilah “konseptualisasi”, yaitu suatu yang terus menerus yang berlangsung apabila seseorang sedang memikirkan contoh-contoh baru dari suatu konsep.
Konsep dapat dinyatakan dalam sejumlah bentuk konkrit atau abstrak, luar atau sempit, satu atau frase. Beberapa konsep yang bersifat konkrit, misalnya seperti dibawah ini :
- Manusia
- Gunung
- Lautan
- Daratan
- Rumah
- Negara
- Barang konsumsi
- Pakaian
- Pabrik.
Sementara konsep yang bersifat abstrak adalah, seperti berikut dibawah ini :
- Demokrasi
- Kejujuran
- Kesetiaan
- Keadilan
- Kebebasan
- Tanggung jawab
- Hak
- Pertimbangan
- Sistem hokum
Didalam kata konsep terdapat dua makna yang terkandung didalamnya, namun untuk mebedakannya kita bisa melihat tentang kata konsep yang dicontohkan dengan dua kalimat seperti dibawah ini :
Pertama ; Mahasiswa PPL itu belum selesai membuat konsep laporan praktek mengajar.
Kedua ; Saya belum mengerti tentang konsep IPS yang diterangkan oleh dosen.
Pengertiannya atau maknanya adalah pada kalimat pertama yaitu berarti “rancangan” atau draff. Sedangkan pengertian atau makna kata dari konsep pada kalimat kedua adalah gagasan atau ide, pokok-pokok pikiran dalam pelajaran IPS.
Konsep adalah suatu kesepakatan bersama untuk penamaan sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berfikir dan memecahkan masalah. Menurut S. Hamid Husen (1995) mengemukakan bahwa : “Konsep adalah pengabstraksian dari sejumlah benda yang memiliki karakteristik yang sama”. Namun menurut More dalam Skell (1995:30) bahwa : “konsep itu adalah sesuatu yang tersimpan sebuah idea tau sebuah gagasan". Sedangkan Parker menyatakan bahwa ; “konsep adalah gagasan-gagasan tentang sesuatu. Konsep dapat juga dikatakan sebagai gagasan yang ada melalui contoh-contoh. Dapat ditarik kesimpulan dari contoh diatas bahwa seseorang harus terlibat dalam proses berfikir, karena ia sedang memikirkan tentang contoh-contoh konsep. Proses berfikir itu sering disebut dengan istilah “konseptualisasi”, yaitu suatu yang terus menerus yang berlangsung apabila seseorang sedang memikirkan contoh-contoh baru dari suatu konsep.
Konsep dapat dinyatakan dalam sejumlah bentuk konkrit atau abstrak, luar atau sempit, satu atau frase. Beberapa konsep yang bersifat konkrit, misalnya seperti dibawah ini :
- Manusia
- Gunung
- Lautan
- Daratan
- Rumah
- Negara
- Barang konsumsi
- Pakaian
- Pabrik.
Sementara konsep yang bersifat abstrak adalah, seperti berikut dibawah ini :
- Demokrasi
- Kejujuran
- Kesetiaan
- Keadilan
- Kebebasan
- Tanggung jawab
- Hak
- Pertimbangan
- Sistem hokum
Konsep dapat berupa
sejumlah fakta yang memiliki keterkaitan dengan makna atau difinisi yang
ditentukan. Karakteristik atau cirri-ciri konsep disebut atribut , misalnya
konsep tentang “sepeda motor” dapat dijelaskan dengan atribut berikut :
1. Kendaraan beroda dua.
2. Digerakkan dengan mesin.
3. Berbahan bakar bensin.
C. Generalisasi
Generalisasi berasal dari kata “general” yang berarti umum atau menyeluruh. Fakih SAmlawi (1989:9) mengemukakan bahwa : “Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki karakteristik dan makna. Generalisasi adalah pernyataan tentang hubungan diantara konsep. Generalisasi mengungkapkan sejumlah besar informasi”. Pendapat Savage dan Amstrong (1996:26) sebagai berikut : “Ketika angka pengangguran di suatu Negara meningkat, maka kejahatan dan criminal pun meningkat pula”.
Dari generelasisi tersebut terdapat berupa konsep yaitu : konsep pengangguran, konsep Negara, konsep kejahatan, dan konsep kriminal.
1. Kendaraan beroda dua.
2. Digerakkan dengan mesin.
3. Berbahan bakar bensin.
C. Generalisasi
Generalisasi berasal dari kata “general” yang berarti umum atau menyeluruh. Fakih SAmlawi (1989:9) mengemukakan bahwa : “Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki karakteristik dan makna. Generalisasi adalah pernyataan tentang hubungan diantara konsep. Generalisasi mengungkapkan sejumlah besar informasi”. Pendapat Savage dan Amstrong (1996:26) sebagai berikut : “Ketika angka pengangguran di suatu Negara meningkat, maka kejahatan dan criminal pun meningkat pula”.
Dari generelasisi tersebut terdapat berupa konsep yaitu : konsep pengangguran, konsep Negara, konsep kejahatan, dan konsep kriminal.
FAKTA, KONSEP, DAN GENERALISASI DALAM IPS
A. Fakta dalam IPS
Dalam kurikulum Sekolah Dasar tahun 2004 dikemukakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu mata pelajaran yang mengkaji serangkaian peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu social dan kewarganegaraan. Sedangkan fungsinya adalah untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan Negara Indonesia. Dengan fakta-fakta yang ada kita dapat menyimpulkan sesuatu atau beberapa peristiwa yang pernah terjadi, apabila ditarik suatu kesimpulan terhadap informasi harus didukung dengan fakta-fakta yang ada untuk memberikan pembuktian terhadap kebenaran suatu informasi. Fakta sangat penting dalam struktur ilmu atau susunan ilmu karena dari fakta yang ada dapat membentuk suatu konsep dan generalisasi. Dari fakta-fakta yang ada dan saling berkaitan maka kita dapat membentuk sutu konsep atau pengertian yang membantu kita untuk berfikir.
B. Konsep dalam IPS
IPS sebagai bidang kajian terdiri dari konsep dasar sejarah, seperti konsep peristiwa/kejadian waktu dan tempat. Geografi terdiri dari konsep seperti dibawah ini :
- lokasi,
- posisi (kedudukan),
- situasi,
- tempat (site),
- distribusi, dan
- perancangan.
Selanjutnya didalam ilmu ekonomi tediri dari konsep seperti berikut dibawah ini :
- Konsep kelangkaan (scancity).
- Spesialisasi (specialization).
- Saling ketergantungan (interdependence).
- Pasar (market), dan
- Konsep kebijaksanaan umum (public policy).
Pada ilmu sosiologi konsep yang dikaji didalamnya adalah konsep keanggotaan dalam kelompok seperti dibawah ini :
- Perilaku.
- Tujuan.
- Norma.
- Nilai.
- Peran.
- Keluwesan.
- Lokasi.
Sedangkan adat istiadat, etika, tradisi, hokum dan keyakinan.
Didalam ilmu psikologi social konsep-konsep yang terkandung adalah :
- Kemandirian.
- Motif.
- Sikap,
- Persepsi Interpersonal.
- Kelompok.
- Norma kelompok.
- Konflik dan lain sebagainya.
Dan pada ilmu politik terkandung pula, seperti yang tertera dibawah ini :
- Konsep Negara.
- Kekuasaan.
- Pengambilan keputusan.
- Kebijaksanaan.
- Pembagian kekuasaan.
- Demokrasi, dan lain sebagainya.
Setelah dikemukakan sejumlah konsep dasar ilmu social diatas yang membangun bahan kajian IPS, maka jelas bahwa kedudukan konsep dalam IPS merupakan bahan kajian utama untuk menelaah berbagai masalah social yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menyelesaikan masalah kita harus menggunkan berbagai konsep ilmu social yang telah dipaparkan diatas, seperti konsep kelompok, konflik, perilaku, peran dan lain-lain. Tanpa menggunakan konsep itu akan sulit untuk memberikan solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi. Untuk menarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu maka kita tidak akan terlepas dari proses generalisasian, oleh sebab itu dibawah ini akan diarahkan bagaimana kedudukan atau peran generalisasi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Dalam kurikulum Sekolah Dasar tahun 2004 dikemukakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu mata pelajaran yang mengkaji serangkaian peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu social dan kewarganegaraan. Sedangkan fungsinya adalah untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan Negara Indonesia. Dengan fakta-fakta yang ada kita dapat menyimpulkan sesuatu atau beberapa peristiwa yang pernah terjadi, apabila ditarik suatu kesimpulan terhadap informasi harus didukung dengan fakta-fakta yang ada untuk memberikan pembuktian terhadap kebenaran suatu informasi. Fakta sangat penting dalam struktur ilmu atau susunan ilmu karena dari fakta yang ada dapat membentuk suatu konsep dan generalisasi. Dari fakta-fakta yang ada dan saling berkaitan maka kita dapat membentuk sutu konsep atau pengertian yang membantu kita untuk berfikir.
B. Konsep dalam IPS
IPS sebagai bidang kajian terdiri dari konsep dasar sejarah, seperti konsep peristiwa/kejadian waktu dan tempat. Geografi terdiri dari konsep seperti dibawah ini :
- lokasi,
- posisi (kedudukan),
- situasi,
- tempat (site),
- distribusi, dan
- perancangan.
Selanjutnya didalam ilmu ekonomi tediri dari konsep seperti berikut dibawah ini :
- Konsep kelangkaan (scancity).
- Spesialisasi (specialization).
- Saling ketergantungan (interdependence).
- Pasar (market), dan
- Konsep kebijaksanaan umum (public policy).
Pada ilmu sosiologi konsep yang dikaji didalamnya adalah konsep keanggotaan dalam kelompok seperti dibawah ini :
- Perilaku.
- Tujuan.
- Norma.
- Nilai.
- Peran.
- Keluwesan.
- Lokasi.
Sedangkan adat istiadat, etika, tradisi, hokum dan keyakinan.
Didalam ilmu psikologi social konsep-konsep yang terkandung adalah :
- Kemandirian.
- Motif.
- Sikap,
- Persepsi Interpersonal.
- Kelompok.
- Norma kelompok.
- Konflik dan lain sebagainya.
Dan pada ilmu politik terkandung pula, seperti yang tertera dibawah ini :
- Konsep Negara.
- Kekuasaan.
- Pengambilan keputusan.
- Kebijaksanaan.
- Pembagian kekuasaan.
- Demokrasi, dan lain sebagainya.
Setelah dikemukakan sejumlah konsep dasar ilmu social diatas yang membangun bahan kajian IPS, maka jelas bahwa kedudukan konsep dalam IPS merupakan bahan kajian utama untuk menelaah berbagai masalah social yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menyelesaikan masalah kita harus menggunkan berbagai konsep ilmu social yang telah dipaparkan diatas, seperti konsep kelompok, konflik, perilaku, peran dan lain-lain. Tanpa menggunakan konsep itu akan sulit untuk memberikan solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi. Untuk menarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu maka kita tidak akan terlepas dari proses generalisasian, oleh sebab itu dibawah ini akan diarahkan bagaimana kedudukan atau peran generalisasi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
C. Generalisasi Dalam IPS
Jelas dikatakan bahwa pada Ilmu Pengetahuan tidak akan dapat terbentuk secara teoritis apabila tidak didukung oleh generalisasi. Keterkaitan dan kedudukan atau peranan generalisasi dalam IPS sudah diawali sejak pengumpulan fakta atau data, membentuk suatu konsep dan akhirnya membuat suatu generalisasi.
Untuk lebih jelasnya tentang kedudukan generalisasi dalam IPS dapat kita simak pada ilustrasi dibawah ini.
“Makin tinggi” tingkat pendidikan suatu masyarakat, maka makin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut”. Dapat dijadikan suatu dalil atau teori bahwa : “ tingkat pendidikan berkolerasi posotif terhadap tingkat kesejahteraan”. Sedangkan konsep pendidikan dan konsep kesejahteraan merupakan suatu bahan kajian yang sangat penting ddalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
MODEL PEMBELAJARAN KONSEP, FAKTA, GENERALISASI DALAM IPS
Siswa Sekolah Dasar sebagai calon-calon ilmuan dikemudian hari, sejak dini harus memahami tentang struktur ilmu pengetahuan yang diawali dengan fakta, selanjutnya membentuk suatu konsep dan dari konsep-konsep membuat suatu generalisasi. Memahami ketiga unsur tersebut sangatlah penting, karena untuk membentuk suatu teori dalam ilmu pengetahuan tidak akan terlepas dari unsure fakta, konsep, dan generalisasi.
Jelas dikatakan bahwa pada Ilmu Pengetahuan tidak akan dapat terbentuk secara teoritis apabila tidak didukung oleh generalisasi. Keterkaitan dan kedudukan atau peranan generalisasi dalam IPS sudah diawali sejak pengumpulan fakta atau data, membentuk suatu konsep dan akhirnya membuat suatu generalisasi.
Untuk lebih jelasnya tentang kedudukan generalisasi dalam IPS dapat kita simak pada ilustrasi dibawah ini.
“Makin tinggi” tingkat pendidikan suatu masyarakat, maka makin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut”. Dapat dijadikan suatu dalil atau teori bahwa : “ tingkat pendidikan berkolerasi posotif terhadap tingkat kesejahteraan”. Sedangkan konsep pendidikan dan konsep kesejahteraan merupakan suatu bahan kajian yang sangat penting ddalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
MODEL PEMBELAJARAN KONSEP, FAKTA, GENERALISASI DALAM IPS
Siswa Sekolah Dasar sebagai calon-calon ilmuan dikemudian hari, sejak dini harus memahami tentang struktur ilmu pengetahuan yang diawali dengan fakta, selanjutnya membentuk suatu konsep dan dari konsep-konsep membuat suatu generalisasi. Memahami ketiga unsur tersebut sangatlah penting, karena untuk membentuk suatu teori dalam ilmu pengetahuan tidak akan terlepas dari unsure fakta, konsep, dan generalisasi.
2.3 Konsep dasar dasar
dalam ilmu sejarah
KONSEP-KONSEP DASAR SEJARAH
A. Konsep Perubahan dan Kesinambungan
Ilmu sejarah mempelajari
peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Masa lampau memiliki pengertian yang sangat luas, bisa berarti
satu abad yang lalu, puluhan tahun yang lalu, sebulan yanglalu, sehari
yang lalu atau sedetik yang lalu, bahkan waktu sekarang ketika sedang membaca
tulisan iniakan menjadi masa lampau. Kita
harus menyadari bahwa rangkaian peristiwa sejarah sejak adanyamanusia sampai
sekarang adalah peristiwa yang berkelanjutan atau berkesinambungan
(continuity).
Roeslan Abdul Ghani
mengatakan bahwa
ilmu sejarah
ibarat penglihatan terhadap tiga dimensi
,yaitu pertama, penglihatan ke masa
silam, kedua ke masa sekarang dan ketiga ke masa depan
to studyhistory is to study the past
to built the future
.Dengan
demikian, mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah akan selalu terkait dengan
“waktu’ time
yang terus
bergerak dari masa sebelumnya ke masa-masa berikutnya serta melahirkan
peristiwa- peristiwa yang baru yang saling terkait sehingga
perjalanan sejarah tidak pernah berhenti (stagnan).Ilmu sejarah juga mengenal
adanya konsep ”perubahan” change
kehidupan sejak adanya manusiasampai
sekarang yang berlangsung secara lambat (evolusi) ataupun berlangsung dengan
cepat(revolusi).
B. Konsep kronologi dan PeriodisasiKronologi,
Berarti sesuai dengan urutan waktu Peristiwa sejarah akan
selalu berlangsung denganurutan waktu sehingga
peristiwa-peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat-lompat urutanwaktunya, atau
bahkan berbalik urutan waktunya (anakronis). Oleh karena itu, dalam
mempelajarisejarah agar kita mendapat pemahaman yangbaik harus memperhatikan
urutan-urutan kejadiannya(kronologis).Selain kronologi dalam sejarah dikenal juga
istilah
kronik
, yaitu merupakan kisah atau catatan
sejarahyang diceritakan pada berdasarkan urutan waktu. Contoh : kronik China
catatan perjalanan Fa-Hien dan perjalanan I-tsing.Periodisasi adalah
pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa masa lampau yangs sangat
panjangmenjadi beberapa zaman. Pada hakikatnya, istilah periodisasi dalam ilmu
sejarah tidak ada, namun adatujuan dari periodisasi sejarah, yaitu :
1.Memudahkan
Mempelajari Sejarah
Peristiwa-peristiwa masa
lampau yang demikian panjang dan banyak dikelompokkan, disederhanakan,dan
diringkas menjadi beberapa periode sehingga memudahkan memahami sejarah.
2.Memahami Peristiwa-peristiwa
Sejarah Secara Kronologis
Periode-periode sejarah tersebut harus disusun secara kronologis agar
memudahkan pembacamemahami kronologi sejarah yang panjang saling
berkaitan.
2.4 Konsep
dasar geografi
KONSEP-KONSEP DASAR GEOGRAFI
DalamDefinisi
Geografidari
Seminar dan Lokakarya Pertemuan Ilmiah Tahunan Ahli Geografidi Semarang pada
tahun 1988 ditegaskan bahwa,
Geografi adalah
ilmu yang mempelajari persamaandan perbedaan gejala geografi dengan sudut
pandang kelingkungan dan kewilayahan dalamkonteks keruangan. Menilik kepada definisi tersebut
sangat jelas bahwa obyek utama dari ilmugeografi adalah konteks keruangan.
Obyek Studi Geografi
Obyek Ilmu Geografi secara luas
terbagi atas dua bagian, yakni:1.Objek MaterialObjek material geografi adalah
sasaran atau isi kajian geografi. Objek material yang umum danluas adalah
geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:
•
Litosfer (lapisan keras),Merupakan lapisan
luar dari bumi kita. Lapisan ini disebut kerak bumi dalam ilmugeologi.
•
Atmosfer (lapisan udara),Terutama adalah
lapisan atmosfer bawah yang
•
Hidrosfer (lapisan air),Berupa lautan, danau,
sungai dan air tanah.
•
Biosfer (lapisan tempat hidup),Terdiri atas
hewan, tumbuhan.
•
Pedosfer (lapisan tanah),Merupakan lapisan
batuan yang telah mengalami pelapukan, baik pelapukan fisik,organik, maupun
kimia.
2.Objek Formal
Metode atau pendekatan objek formal
geografi meliputi beberapa aspek,
•
Aspek Keruangan,Geografi mempelajari
suatu wilayah antara lain dari segi “nilai” suatu tempat dari berbagai
kepentingan.
•
Aspek Kelingkungan,Geografi
mempelajari suatu tempat dalam kaitan dengan keadaan suatu tempat
dankomponen-komponen di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah.
•
Aspek Kewilayahan,Geografi
mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah serta wilayah dengan ciri-cirikhas.
•
Aspek WaktuGeografi mempelajari perkembangan
wilayah berdasarkan periodeperiode waktu atau perkembangan dan perubahan
dari waktu ke waktu.
Ruang Lingkup Geografi
Ruang lingkup ilmu geografi secara
umum meliputi semua gejala geosfer, baik gejala alam maupungejala sosial, serta
interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Ruang lingkup studi ilmu
geografiyaitu:
1.Kajian
terhadap wilayah
regional
2.Interaksi antara manusia dengan
lingkungan fisik yang merupakan salah satu bagian darikeanekaragaman wilayah;3.Persebaran dan kaitan antara penduduk (manusia)
dengan aspek-aspek keruangan dan usahamanusia untuk memanfaatkannya
Konsep Esensial Geografi
Para Ahli Geografi Indonesia yang
tergabung dalam Ikatan Geograf Indonesia (IGI)dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan tahun
1988 menghasilkan sepuluh konsep esensial geografi, yaitu:
1.Konsep
LokasiKonsep
lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Secara pokok konseplokasi
dibedakan menjadi Lokasi Absolut dan Lokasi Relatif
2.Konsep
Jarak Jarak
berkaitan erat dengan lokasi dan perhitungan keuntungan berkaitan antar lokasi.
3.Konsep
KeterjangkauanKeterjangkauan
berhubungan dengan kemudahan interaksi dan caranya antar lokasi
4.Konsep
MorfologiMorfologi
merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatanatau
penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau sedimentasi.
5.Konsep
AglomerasiAglomerasi
atau pemusatan adalah kecenderungan persebaran penduduk yang
bersifatmengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat
menguntungkan, karenakesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang
menguntungkan.
6.Konsep Nilai
Kegunaan Nilai
kegunaan suatu fenomena di muka bumi bersifat relatif, artinya nilai kegunaan
itutidak sama, tergantung dari kebutuhan penduduk yang bersangkutan.
7.Konsep PolaGeografi mempelajari pola-pola,
bentuk, dan persebaran fenomena di permukaan bumi.
8.Konsep
Deferensiasi ArealWilayah
pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur, baik
unsur lingkungan alam ataupun kehidupan.
9.Konsep
Interaksi/ InterdependensiInteraksi adalah kegiatan saling memengaruhi daya, objek,
atau tempat yang satu dengantempat lainnya.
10.Konsep Keterkaitan KeruanganKeterkaitan keruangan atau asosiasi
keruangan adalah derajat keterkaitan persebaran suatufenomena dengan fenomena
lain di suatu tempat atau ruang.
2.5 Konsep dasar tentang ilmu
ekonomi atau koprasi
Istilah ekonomi berasal dari bahasa
Yunani yaitu oikonomeia. Kata ini sebenarnya terdiri dari dua suku kata yaitu
oikos yang berarti rumah tangga dan nomos yang berarti peraturan. Dengan
demikian arti sesungguhnya dari oikonomeia yaitu mengatur rumah tangga. Rumah
tangga di sini adalah dalam pengertian luas, jadi bukan rumah tangga dalam arti
sehari-hari.
Rumah tangga ini berarti setiap bentuk kerjasama manusia untuk mencapai kemakmuran atas dasar prinsip ekonomi. Misalnya rumah tangga konsumsi, rumah tangga perusahaan, rumah tangga negara, dll. Kalau kita simpulkan maka ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran dalam memenuhi kebutuhannya.
Ilmu pengetahuan ekonomi lahir pada abad ke-18, yaitu pada saat Adam Smith menuangkan dalam “inquiry into the nature and causes of wealth of nations” (tahun 1776), mambahas ekonomi secara sistematis dan bersifat menyeluruh yang dituangkannya di dalam teori-teori ekonomi. Sejak Adam Smith-lah baru masalah ekonomi diuraikan secara ilmu pengetahuan, sehingga ia dianggap sebagai bapak ilmu ekonomi. Pendapat-pendapat tentang ekonomi sebelum Adam Smith belum dapat dianggap sebagai ilmu ekonomi, berhubung pembahasannya belum sistematis dan tidak bersifat menyeluruh
Rumah tangga ini berarti setiap bentuk kerjasama manusia untuk mencapai kemakmuran atas dasar prinsip ekonomi. Misalnya rumah tangga konsumsi, rumah tangga perusahaan, rumah tangga negara, dll. Kalau kita simpulkan maka ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran dalam memenuhi kebutuhannya.
Ilmu pengetahuan ekonomi lahir pada abad ke-18, yaitu pada saat Adam Smith menuangkan dalam “inquiry into the nature and causes of wealth of nations” (tahun 1776), mambahas ekonomi secara sistematis dan bersifat menyeluruh yang dituangkannya di dalam teori-teori ekonomi. Sejak Adam Smith-lah baru masalah ekonomi diuraikan secara ilmu pengetahuan, sehingga ia dianggap sebagai bapak ilmu ekonomi. Pendapat-pendapat tentang ekonomi sebelum Adam Smith belum dapat dianggap sebagai ilmu ekonomi, berhubung pembahasannya belum sistematis dan tidak bersifat menyeluruh
2.6 Ilmu politik dan pemerintahan
Sifat-sifat Negara
Negara mempunyai sifat khusus yang merupakan manifestasi dari kedaulatan yang
dimilikinya. Berikut adalah sifat-sifat negara :
1.
Sifat memaksa1. State (negara)
Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan
tertingggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik. Negara adalah alat (agency)
dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan un tuk mengatur hubungan-hubungan
manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam
masyarakat. Manusia hidup dalam suasana kerja sama, sekaligus suasana antagonis
dan penuh pertentanngan. Negara adalah organisasi yang dalam sesuatu wilayah
dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan
lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari dari kehidupan bersama
itu.
Definisi orang para ahli politik
tentang negara :
1.
Roger H.
Soltau “Negara adalah agen (agency) atau kewewenangan (authority)
yang mengatur atau mengandalikan persoalan-persoalan bersama atas nama
masyarakat ( The state is an agency or authority managing or controlling
these (common) affairs on behalf of and in the name of the community.”[1]
2.
Harold J. Laski”Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena
mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih berkuasa
daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama untuk
memenuhi terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama. Masyarakat merupakan
negara kalau cara hidup yang harus ditaati baik oleh individu maupun oleh
asosiasi-asosiasi ditentukan oleh suatu wewenang yang bersifat memaksa dan
mengikat.”[2]
3.
Max Weber “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam
penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah.”[3]
4.
Robert M. MacIver “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di
dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang
diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi
kekuasaan memaksa.”[4]
Jadi sebagai definisi umum dapat dikatakan bahwa negara adalah suatu daerah
teritorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat
dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan
perundang-undangannya melalui penguasa (kontrol) monopolisitis terhadap
kekuasaan yang sah.
Agar
peraturan perundang-undangan ditaati dan dengan demikian terjadi sebuah
penertiban.
2.
Sifat monopoli
Negara mempunyai tujuan dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3.
Sifat mencakup semua (all—encompassing, all-embracing). Semua peraturan
perundang-undangan berlaku untuk semua tanpa terkecuali.
Unsur-Unsur Negara
Unsur
negara sebagai syarat berdirinya suatu negararakyat, wilayah, pemerintahan dan
pengakuan suatu negara apabila ingin diakui sebagai negara yang berdaulat
secara internasional harus memenuhi empat persyaratan unsur negara berikut ini
:
1. Memiliki Wilayah
Untuk mendirikan suatu negara dengan
kedaulatan penuh diperlukan wilayah yang terdiri atas darat, laut dan udara
sebagai satu kesatuan.Untuk wilayah yang jauh dari laut tidak memerlukan
wilayah lautan. Di wilayah negara itulah rakyat akan menjalani kehidupannya
sebagai warga negara dan pemerintah akan melaksanakan fungsinya.
2. Memiliki Rakyat
Diperlukan adanya kumpulan
orang-orang yang tinggal di negara tersebut dan dipersatukan oleh suatu
perasaan. Tanpa adanya orang sebagai rakyat pada suatu ngara maka pemerintahan
tidak akan berjalan. Rakyat juga berfungsi sebagai sumber daya manusia untuk
menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.
3. Pemerintahan yang BerdaulatPemerintahan
yang baik terdiri atas susunan penyelengara negara seperti lembaga yudikatif,
lembaga legislatif, lembaga eksekutif, dan lain sebagainya untuk
menyelengarakan kegiatan pemerintahan yang berkedaulatan.
4. Pengakuan dari Negara Lain
Untuk dapat disebut sebagai negara
yang sah membutuhkan pengakuan negara lain baik secara de facto (nyata) maupun
secara de yure. Sekelompok orang bisa saja mengakui suatu wilayah yang terdiri
atas orang-orang dengan sistem pemerintahan, namun tidak akan disetujui dunia
internasional jika didirikan di atas negara yang sudah ada.
Tujuan dan Fungsi Negara
Menurut Roger H. Soltau tujuan negara adalah “Memungkinkan rakyatnya berkembang
serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin.”[5] Dan menurut harold L. Laski “Menciptakan
keadaan dimana rakyat dapat mencapai keinginan-keinginan mereka secara
maksimal.”[6]
Akan tetapi setiap negara, terlepas
dari ideologinya, menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu,
yaitu:
1. Melaksanakan penertiban (Law and
Order)
2. Mengusahakan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
3. Pertahanan
4. Menegakkan
keadilan
Charles E. Merriam,
menyebutkan lima fungsi negara, yaitu:
1.
Keamanan ekstern
2.
Ketertiban intern
3.
Keadilan
4.
Kesejahteraan umum
5.
Kebebasan
Keseluruhan
fungsi negara diatas diselenggarakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan bersama.
2. Nations (bangsa)
Suatu bangsa merupakan unsur terbentuknya Negara. Bangsa adalah suatu komunitas
atau sekelompok masyarakat yang terdiri beberapa suku,etnis,adat,dan budaya
yang menempati suatu daerah. Biasanya sekelompok masyarakat menghuni suatu
wilayah geogarafis yang mempunyai kebudayaan-kebudayaan dan lembaga-lembaga
yang kira-kira sama.
3. Nation State
Nation State berarti suatu masyarakat yang lebih luas. Dalam masyarakat seperti
ini anggota masyarakat dapat berinteraksi satu sama lain karena faktor budaya
dan faktor agama, dan etnis.
Semua ilmu sosial mempelajari manusia sebagai anggota kelompok. Timbulnya
kelompok-kelompok itu ialah karena dua sifat manusia yang bertentangan satu
sama lain, di satu pihak iaingin kerja sama, di pihak lain ia cenderung untuk
bersaing dengan sesama manusia.
4.Government (Pemerintahan)
Government (pemerintahan) adalah suatu lembaga yang memegang kedudukan
tertinggi, memiliki kekuasaan penuh dalam suatu Negara.Pemerintahan sangat erat
hubungannya dengan kekuasaan.Karena di dalam suatu Negara pemerintah lah yang
mempunyai kekuasaan tertinggi.
Di dalam suatu pemerintahan biasanya terdapat sebuah undang-undang dan
kontitusi yang mengatur dan mengawasi berjalannya suatu pemerintahan. Dan di
dalam pemerintahan biasanya terdapat berbagai lembaga yang lainyang mempunyai
fungsi masing-masing. Dalam arti lain pemerintah bisa disebut juga lembaga yang
mengemban fungsi memerintah dan mengemban fungsi mengelola administrasi
pemerintahan.
5.Governance (Tata
Pemerintah)
Governance (pemerintah) merupakan bagian dari pemerintahan yang lebih
menggambarkan pada pola hubungan yang sebaik-baiknya antar elemen yang ada.
Dengan demikian cakupan Tata Pemerintahan (Governance) lebih luas
dibandingkan dengan Pemerintah (Government), karena unsur yang terlibat
dalam Tata Pemerintahan mencakup semua kelembagaan yang ada di desa, termasuk
didalamnya ada unsur Pemerintah (Government).
Perbedaan antara Government (pemerintahan)
dan Governance (tata pemerintahan) :
Kalau Pemerintah (Government) lebih berkaitan dengan lembaga yang
mengemban fungsi memerintah dan mengemban fungsi mengelola administrasi
pemerintahan.Kalau Tata Pemerintahan (Governance) lebih menggambarkan
pada pola hubungan yang sebaik-baiknya antar elemen yang ada. Dengan
demikian cakupan Tata Pemerintahan (Governance) lebih luas dibandingkan
dengan Pemerintah (Government), karena unsur yang terlibat dalam Tata
Pemerintahan mencakup semua kelembagaan yang ada, termasuk didalamnya ada unsur
Pemerintah (Government).
Hubungan
antara Pemerintah (Government) dengan Tata Pemerintahan (Governance)
bisa diibaratkan hubungan antara rumput dengan padi. Jika kita hanya menanam
rumput, maka padi tidak akan tumbuh. Tapi kalau kita menanam padi maka rumput
dengan sendirinya akan juga turut tumbuh. Jika kita hanya ingin menciptakan
pemerintah (Government) yang baik, maka Tata Pemerintahan (Governance)
yang baik tidak tumbuh. Tapi jika kita menciptakan Tata Pemerintahan (Governance)
yang baik, maka pemerintah (Government) yang baik juga akan tercipta.
6. Bentuk-bentuk Pemerintahan :
Aristokrasi
Aristokrasi diambil dari kata yunani ARISTOKRATIA ( aristos = best + kratia
= rule).Jadi aristokrasi adalah pemerintahan terbaik yang dipimpin oleh
orang- orang terpilih. Tetapi kata – kata terbaik disini terkesan samar dengan
istilah terbaik dimasa yunani kuno. Penjelasan yang benar bahwa yang terbaik
adalah mereka yang memiliki kecakapan yang tinggi, berpendidikan, berpengalaman
dan bermoral tinggi.Namun, hal ini tidak bisa dijadikan atau dipastikan menjadi
yang terbaik.
Aristokrasi adalah pemerintahan yang bersifat otoriter , karena mayoritas warga
Negara tidak mempunyai peranan langsung atau terlembaga dalam pembuatan
kebijakan, mereka tidak bisa berperan serta dalam pemilihan umum, dan mereka
tidak terorganisasikan ke dalam partai-partai politik yang bersaing atau
kelompok-kelompok kepentingan yang mudah dikenali.
Dalam bentuk pemerintahan ini kepala Negara dipimpin oleh seorang raja atau
ratu dan kepala pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri, bentuk pemerintahan
ini banyak dijumpai di eropa seperti Inggris dan Negara di eropa lainnya.
Oligarki
Oligarkiadalah situasi dimana pemerintah yang berkuasa bersama sekelompok
pengusaha bekerjasama untuk menentukan berbagai kebijaksanaan politik,
social dan ekonomi negara tanpa harus menanyakan bagaimana sesungguhnya
aspirasi rakyat yang sebenarnya. Oligarki berarti pemerintahan oleh suatu
minoritas dalam masyarakat, suaru minoritas yang tidak perlu dibedakan oleh
gelar aristokrat atau hak istimewa.
Bahwa
kaum oligarki ini berkuasa atas nama rakyat, selalu berusaha memperpanjang
bahkan jika mungkin melestarikan dan memonopoli kekuasaan dan ekonomi yang
dipegangnya dengan selubung ideology tertentu, dengan dalih consensus nasional
dan tindakan-tindakan sejenis dan pada saat yang sama kelompok oligarki
ini menghancurkan setiap oposisi yang menentang dan mempertanyakan legitimasi
pemerintahannya dengan berbagai macam tuduhan dan fitnah
Dalam
bentuk pemerinyahan ini kepala Negara juga dipimpin oleh raja atau ratu dan
kepala pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri.
Monarki
Monarki, berasal dari bahasa Yunanimonos (μονος) yang berarti satu, dan archein
(αρχειν) yang berarti pemerintah.Monarki merupakan sejenis pemerintahan di mana
Raja menjadi Kepala Negara.Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah
sistem tertua di dunia.Pada awal kurun ke-19, terdapat lebih 900 buah tahta kerajaan di dunia, tetapi menurun
menjadi 240 buah dalam abad ke-20.Sedangkan pada dekade kelapan abad ke-20,
hanya 40 takhta saja yang masih ada. Dari jumlah tersebut, hanya empat negara
mempunyai raja atau monarki yang mutlak dan selebihnya terbatas kepada
sistem konstitusi
Demokrasi
Demokrasi
adalah sistem politik yang meyakini jika kekuasaan yang sejati haruslah berada
di tangan rakyat.Bahasa latinnya, Vox Populi Vox Dei.Suara Rakyat adalah
Suara Tuhan.Banyak orang menganggap demokrasi berasal dari Plato yang menulis
buku “Republik”. Anggapan ini kurang tepat, karena 400 tahun sebelum Plato
lahir, sistem demokrasi sudah diterapkan oleh 12 suku bangsa Bani Israel saat
mereka berdiam di tanah Kan’an.Saat itu Bani Israel terpecah ke dalam 12 suku
yang memiliki otoritas untuk mengatur dan memerintah dalam wilayahnya
masing-masing. Masing-masing suku dipimpin oleh hakim yang diangkat berdasarkan
kesepakatan bersama berdasarkan otoritasnya di dalam hal keagamaan.Lalu ke-12
hakim ini yang mewakili ke-12 suku Bani Israel membentuk sebuah dewan hakim
yang membahas kepentingan mereka bersama berdasarkan Mosaic Codex.Inilah masa
hakim-hakim seperti yang dimuat di dalam Alkitab.
Jadi,
demokrasi sebenarnya merupakan made in Bani Israel. Sebab itu, tidak
salah jika ada ungkapan jika demokrasi merupakansunnah Yahudi. Walau pun
sesungguhnya Demokrasi itu sendiri suatu sistem yang bisa baik bisa pula tidak,
tergantung pada siapa yang mengelolanya.Namun dalam sejarah dunia, belum pernah
sistem ini menciptakan suatu kebaikan, kesejahteraan, dan keadilan bagi rakyat
secara keseluruhan.Plato sendiri yang kadung dianggap sebagai Bapak
Demokrasi ternyata memiliki puluhan budak.Yunani sendiri di mana Plato hidup,
tidak pernah melaksanakan demokrasi.
Dalam
sistem pemerintahan ini kepala Negara serta kepala pemerintahan dipegang oleh
presiden. Dalam bentuk pemerintahan ini biasanya terdapat tiga tingkatan yaitu
eksekutif (pemerintah), Legislatif, dan yudikatif
Autokrasi
Bentuk
pemerintahan autokrasi adalah bentuk pemerintahan yang mana kekuasaan terpusat
di tangan raja dan kaum elit Negara.Dalam bentuk pemerintahan ini ada beberapa
kelompok yang diistimewakan.Perancis adalah negara autokrasi di bawah kekuasaan
Raja Louis ke-14 yang berpenduduk sekitar 26 juta jiwa.Autokrasi
merupakan bentuk pemerintahan yang kurang baik karena bentuk pemerintahan ini
dapat menyengsarakan rakyat.
Bentuk
pemerintahan ini biasa menganggap raja sebagai kepala Negara dan kepala
pemerintahan.
Teokrasi
Teokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana agama atau iman memegang peran utama.Kata
"teokrasi" berasal dari bahasa Yunani θεοκρατία (theokratia).θεος
(theos) artinya “tuhan” dan κρατειν (kratein)
“memerintah”. Teokrasi artinya “pemerintahan oleh tuhan”.
Bentuk pemerintahan ini biasanya menganggap raja sebagai kepala Negara.Dan
rakyatnya pun menganggap raja adalah orang yang dekat dengan tuhan.Selain itu
mayoritas rakyatnya menganut agama yang dianut di kerajaan.
2.7 Konsep dasar sosiologi
Ilmu sosial lahir pada
tahun 1842 yang dirintis oleh "Auguste Comte" dari Perancis melalui
bukunya"Positive Philosophy".Fokus kajiannya adalah segala bentuk
kehidupan masyarakat.Oleh karena jasanya yang besar,ia disebut Bapak
SosiologiTokoh-tokoh sosiologi berikutnya adalah Herbert Spencer (Inggris),Karl
Max dan Max Weber (Jerman),Pitrim A.Sorokan (Rusia),Vitredo Pareto (Italia),C.H
Cooley dan Laster F. Ward (USA),Emile Durkheim (Perancis).Di
indonesia,sosiologi baru diperkenalkan tahun 1948 oleh Prof. Sunario Kolopaking
di UGM.Kemudian disusul oleh tokoh-tokoh lainnya,yaitu Mr. Djody Gondokusumo,Hassan
Shadily,MA.Mayor Polak,Satjipto Raharjo,Soerjono Soekanto,Selo Soemardjan,dan
sebagainya.
A .Beberapa konsep dasar
sosiologi menurut para sosiolog.
1.G.A.
Lunberg:Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku sosial
orang-seorang dan kelompok.
2.Roucek
and Warren:Sosialogi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik antar
manusia
dalam masyarakat.
3.Bierens
De Haan:Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari pergaulan hidup manusia dalam
masyarakat.
4.Prof.
Selo Soemardjan:Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial,proses
sosial,
dan
perubahan-perubahan sosial.Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara
unsur-
unsur
sosial yang pokok,yaitu kaidah-kaidah sosial,lembaga-lembaga sosial,kelompok-
kelompok
sosial,dan lapisan soial.Proses sosial adalah pengaruh timbal-balik dari
berbagai
segi
kehidupan sosial (ekonomi dan politik,hukum,dan agama).
5.Pitirim
A.Sorokin:Sosialogi adalah ilmu yang me,pelajari hubungan dan pengaruh timbal
balik
antara aneka macam gejala sosial,hubungan dan pengaruh gejala sosial dengan non
sosial,dan
ciri-ciri umum dari semua jenis gejala sosial.
6.Auguste
Comte (Bapak Sosiologi):Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi
manusia
di
dalam masyarakat (antarndividu,antar individu dan kelompok,dan antara kelompok
dan
kelompok.
7.Anthony
Giddens:Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial antar manusia,kelompok,
dan
masyarakat.
B.Ciri-ciri dan sifat
hakikat sosiologi.
Ciri-ciri
pokok sosiologi sebagai berikut.
1)Sosiologi
bersifat empiris,artinya didasarkan pada observasi-observasi segala kenyataan
di
masyarakat.
2)Sosiologi
bersifat teoritis,artinya merupakan abstraksi dari hasil-hasil observasi yang
menjelaskan
hubungan kausalitas.
3)Sosiologi
bersifat kumulatif,artinya teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori lama
yang
kemudian
disempurnakan.
4)Sosiologi
bersifat nonetis,artinya yang dipersoalkan bukan baik buruknya fakta,tetapi
bertujuan
untuk menjelaskan fakta-fakta secara analisis.
Adapun
sifat-hakikat sosiologi sebagai berikut.
1)Sosiologi
termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial yang objek studinya adalah masyarakat.
2)Sosiologi
bukan disiplin ilmu yang normatif,tetapi kategoris.Artinya sosiologi hanya
membatasi
diri pada apa yang trjadi dewasa ini dan bukan yang seharusnya terjadi.
3)Sosiologi
merupakan ilmu murni dan bukan ilmu terapan,artinya sosiologi bertujuan untuk
mengembangkan
ilmu secara teoritis.
4)Sosiologi
bersifat abstrak,artinya yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola
peristiwa
dalam
masyarakat.
5)Sosiologi
bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum
sehingga
berupa ilmu umum.
C.Kegunaan dan tujuan
mempelajari sosiologi
1)Dapat
dijadikan alat dan sarana untuk memahami masyarakat tertentu (petani,pedagang,
buruh,pegawai,komunitas
keagamaan,militer,dan sebagainya,
2)Sebagai
alat untuk memahami struktur masyarakat,pola-pola interaksi,serta stratifikasi
sosial.
3)Hasil
studi sosiologi terhadap kondisi masyarakat dapat digunakan sebagai dasar untuk
menetapkan
suatu kebijakan (dari pemerintah,perusahaan,badan dunia,dan sebagainya).
4)Hasil
kajian sosiologi dapat dijadikan pertimbangan untuk memecahkan masalah-masalah
sosial.
5)Data-data
masyarakat dapat membantu kegiatan pembangunan,mulai dari perencanaan,
pelaksanaan
sampai dengan evaluasi hasil-hasilnya.
Sedangkan
tujuan sosiologi adalah meningkatkan pemahaman terhadap ciri-ciri dan sifat-
sifat
masyarakat seta meningkatkan daya adaptasi diri dengan lingkungan hidupnya,
terutama
lingkungan sosial budayanya.Caranya adalah dengan mengembangkan
pengetahuan
yang objektif mengenai gejala-gejala masyarakat yang dapat digunakan untuk
mengatasi
masalah-masalah sosial.
1. Arti Sosiologi
Istilah
sosiologi berasal dari kata "socius"yang berarti kawan
(termasuk lawan) dan "logos" yang berarti berbicara
(ilmu).Jadi,sosiologi adalah ilmu yang membahas pergaulan manusia di
masyarakat.Pergaulan (interaksi) bisa terjadi antarindividu,antarkelompok,atau
antarindividu dengan kelompok. Oleh karena objek studinya adalah
masyarakat,maka sosiologi disebut juga ilmu kemasyarakatan.Fokusnya adalah
hubungan timbal-balik antarmanusia dalam kehidupan bersama
(bermasyarakat).Sekarang timbul pertanyaan:Masyarakat itu apa???
Menurut
Prof.Selo Soemardjan,masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan kebudayaan (sebagai pedoman hidupnya).Menurut Prof.Koentjaranigrat,masyarakat
adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat
tertentu yang bersifat continue dan terikat oleh rasa identitas bersama (yaitu
kebudayaan).Jadi,sekumpulan orang yang terjadi hanya sebentar dan tidak terikat
oleh adat,mereka belum bisa disebut masyarakat,Contoh:kerumunan penonton sepak
bola.
Ciri-ciri
sebuah masyarakat sebagai berikut.
a.
Kesatuan sosial itu telah hidup bersama cukup lama.
b.
Terjadi interaksi aktif antarindividu dan kelompok
c.
Dalam berinteraksi berpedoman pada sistem adat istiadat tertentu.
d.
Kehidupan bersama tersebut berlangsung terus-menerus
e.
Mereka merasa terikat oleh sara identitas bersama (yaitu kebudayaan)
f.
Setiap anggota merasa menjadi bagian dari kelompoknya.
g.
Mereka saling membutuhkan,saling bergantung,dan prlu kerjasama.
h.
Kehidupan bersama itu bersifat dinamis,mengalami perkembangan dan perubahan
sesuai dengan tuntutan zaman.
2.8 Konsep dasar antropologi
Konsep
Dasar Antropologi
Menurut
Koentjaraningrat (1992:1) pada dasarnya konsep dasar ilmu antropologi
mencakup ilmu pokok permasalahan kajian mengenai manusia. Kelima masalah kajian
tersebut yakni:
a.Masalah sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.
b.Masalah sejarah terjadinya aneka warna manusia berdasarkan ciri-ciri tubuh.
c.Masalah persebaran dan terjadinya keragaman bahasa yang diucapkan manusia.
d.Masalah perkembangan, persebaran dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia
e.Masalah dasar-dasar dan keragaman kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dan suku-suku bangsa diseluruh dunia.
Untuk memecahkan kelima masalah penelitian tersebut, maka antropologi secara umum dapat digolongkan dalam dua bagian besar yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya. Perkembangan ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat (1996:5), Rooger M. Keesing (1992:3), dan T.O.Ihromi (1999:5).Selanjutnya antropologi budaya dikaji dalam beberapa ilmu bagian yaitu antropologi linguistic (etnolinguistik), prehistori (prasejarah), dan etnologi.Secara sederhana Koentjaraningrat menggambarkan ilmu-ilmu bagian dari antropologi yaitu:
A.Antropologi Fisik
1).Paleo-antropolgi
2).Somatologi
B.Antropologi Budaya
1).Arkeologi
2).Antropologi Linguistik
3).Etnologi
4).Antropologi Sosial Budaya. 3)Sosiologi bersifat kumulatif,artinya teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori lama yang
a.Masalah sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.
b.Masalah sejarah terjadinya aneka warna manusia berdasarkan ciri-ciri tubuh.
c.Masalah persebaran dan terjadinya keragaman bahasa yang diucapkan manusia.
d.Masalah perkembangan, persebaran dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia
e.Masalah dasar-dasar dan keragaman kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dan suku-suku bangsa diseluruh dunia.
Untuk memecahkan kelima masalah penelitian tersebut, maka antropologi secara umum dapat digolongkan dalam dua bagian besar yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya. Perkembangan ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat (1996:5), Rooger M. Keesing (1992:3), dan T.O.Ihromi (1999:5).Selanjutnya antropologi budaya dikaji dalam beberapa ilmu bagian yaitu antropologi linguistic (etnolinguistik), prehistori (prasejarah), dan etnologi.Secara sederhana Koentjaraningrat menggambarkan ilmu-ilmu bagian dari antropologi yaitu:
A.Antropologi Fisik
1).Paleo-antropolgi
2).Somatologi
B.Antropologi Budaya
1).Arkeologi
2).Antropologi Linguistik
3).Etnologi
4).Antropologi Sosial Budaya. 3)Sosiologi bersifat kumulatif,artinya teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori lama yang
kemudian disempurnakan.
4)Sosiologi bersifat nonetis,artinya
yang dipersoalkan bukan baik buruknya fakta,tetapi
bertujuan untuk menjelaskan
fakta-fakta secara analisis.
2.9 konsep dasar psikologi sosial
Psikologi
sosial sebagai ilmu yang merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi pada
umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam
hubungannya dengan situasi-situasi sosial, seperti situasi kelompok,situasi
massa dan sebagainya termasuk di dalamnya interaksi antara orang dan hasil
kebudayanya. Psikologi sosial juga merupakan suatu ilmu pengetahuan baru dalam abad
modern. Ilmu ini mulai di rintis pada tahun 1930 di amerika serikat dan
kemudian juga di Negara-negara lain. Sebagai displin ilmu yang relatif baru
dalam perkembangannya ia banyak menggunakan materi-materi yang sudah tersedia
dalam disiplin ilmu sosial lainnya, seperti dari sosiologi dan antropologi
misalnya konsep-konsep tentang norrna,sruktur social dan peran adalah konsep
yang di ambil dari disiplin ilmu yang sudah lebih dahulu berkembang. Pengkajian
psikologi social dan ruang lingkupnya akan dapat member gambaran tentang apa
pengertian psikologi sosial dan apa saja yang menjadi objek dalam studinya.
Mempelajari modul Psikologi Sosial dan Ruang Lingkupnya merupakan pangkal
otakuntuk mengetahui lebih lanjut tentang prinsip-prinsip maupun proses yang tingkah
laku seseorang sebagai mahluk sosial.
Definisi-definisi
Psikologi Sosial menurut Para Ahli
1.
Hubert Bonner
Psikologi Sosial adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia.
2.
A.M . chorus
Psikologi Sosial adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu masyarakat
3.
Michener & Delamater : 1999
Psikologi Sosial adalah studi alami
tentang sebab-sebab dari prilaku sosial manusia
4.
Gordon Allport : 1985
Psikologi Sosial adalah ilmu
pengetahuan yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan,
dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, baik secara
nyata/aktual, dalam bayangan/imajinasi dan dalam kehadiran
yang tidak langsung (implied)
5.
Davis O Sears
Psikologi Sosial merupakan usaha
sistematis untuk memahami prilaku sosial, yakni :
a)
Bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi social
b)
Bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita.
c)
Bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi social
6.
Shaw & Costanzo : 1970
Psikologi Sosial adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari
rangsang-rangsang sosial.
7.
Berhm & Kassin
Psikologi Sosial adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari cara individu berpikir, merasa, dan bertingkah
laku dalam setting sosial.
Ruang
Lingkup Psikologi sosial
Ditinjau dari segi
objeknya,psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar,yaitu:
a.
Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
b.
Psikologi yang menyelidiki gdan mempelajari hewan,yang umumnya lebih tegas
disebut psikologi hewan
Kesulitan
lain dalam pembentukan teori psikologi social adalah menentukan ruang lingkup
suatu teori seperti berikut ini:
a)
jangkauan penerapan (comprehensiveness), yaitu untuk berapa banyak (macam)
fenomena atau kepribadian teori ini dapat diterapkan.
b)
Keterbatasan ,yaitu sampai dimana perlu diberikan prasyarat pada kondisi dimana
fenomena itu timbul agar suatu teori dapat dinyatakan berlaku.
c)
Keumuman (generality),sampai dimana teori bias diperluas untuk mencakup
situasi-situasi yang tidak tercakup dalam fenomena awal yang dijadikan dasar
untuk penyusunan teori yang bersangkutan.
Sebagaimana ilmu-ilmu yang lain,psikologi sosial bertujuan untuk mengerti suatu
gejala atau fenomena.dengan mengerti suatu fenomena,kita dapat membuat
peramalan-peramalan tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan
bagaimana hal itu akan terjadi. Selanjutnya , dengan pengertian dan kemampuan
peramalan itu,kita dapat mengendalikan fenomenaitu sampai batas-batas tertentu.
Inilah sebetulnya tujuan dari ilmu,termasuk psikologi sosial. (namun,tentu saja
tidak selalu kalau kita bisa mengontrol suatu gejala maka kita sudah mengerti
betul tentang gejala itu. Seorang pengemudi mobil misalnya,dapat mengendalikan
mobilnya tanpa ia mengrti betul tentang mekanisme yang menggerakkan mobil
tersebut).
Psikologi yang dipelajari secara praktis dapat dipraktekan dalam bermacam-macam
bidang ,misalnya dalam bidang pendidikan,dalam bidang indrusti atau perusahaan
dan sebagainya. Psikologi yang berusaha mempelajari jiwa manusia, ternyata
banyak mendapat kesulitan ,oleh karena objek penyelidikannya adlah abstrak
,yang tidak dapat diselidiki secara langsung,tetapi diselidiki keaktifannya
yang terlibat melalui manifestasi tingkah laku atau perbuatan. Dapat dimisalkan
bila kita mempelajari tentang angina,objeknya sendiri secara langsung tidak
dapat dilihat ,namun dari keaktifannya ,bila ada daun yang bergerak atau debu
beterbangan ,maka jelas ada ,seperti itu pulalah bila kita mempelajari jiwa.
Jadi dalam mempelajari psikologi ini,kita akan membatasi diri pada tingkah laku
manusia,karena manusia adalah makhluk tuhan tertinggi derajatnya diantara
makhluk-makhluk yang lain.
Metode –
Metode Psikologi Sosial
Dalam
psikologi sosial ada beberapa metode yang dilakukan secara empiris tidak
seperti ketika psikologi sosial hanya dipikir dan direnungkan tanpa bukti dan
fakt-fakta yang jelas, ada beberapa metode yang dikemukakan oleh beberapa ahli
- Metode Eksperimen
Wilhem Wundt adalah yang pertama
memakai dam mendasarkan metode ini kedalam psikologi sosial secara ilmiah,
dalam metode ini ada beberapa syarat yang diajukan oleh Wilhem:
a)
kita harus dapat menetukan dengan tepat waktu terjadi gejala yang ingin kita
selidiki
b)
kita harus dapat mengikuti langsung gejala yang ingin kita selidiki dari
mulanya sampai pada akhirnya, dan kita harus mengamati dengan perhatian yang
khusus
c)
tiap-tiap observasi (pengamatan) harus dapat kita ulangi dalam keadaan-keadaan
yang sama
d)
kita harus mengubah-ubah dengan sengaja syarat- syarat keadaan eksperimen
Maksud metode ini memanglah untuk menimbulkan dengan sengaja suatu gejala guna
dapat menyelidiki berlangsungnya dengan persiapan yang cukup dan perhatian yang
khusus.
- Metode Survey
Dalam metode ini penyelidik
mengumpulkan keterangan- keterangan seluas mungkin mengenai kelompok tertentu
yang ingin dia selidiki, kebiasaan survey yang digunakan adalah dengan
wawancara, observasi dan angket untuk mendapatkan keterangan
- Metode Diagnotik-Psikis
Dalam mengumpulkan beberapa
keterangan biasanay penyelidik tidak melakuakan dengan biasa, kadang perlu
dilakukan uji test-test psikolgi yang dapat menggambarkan segi-segi psikologi
yang lebih dalam mendapat keterangan.
- Metode Sosiometri
Morena adalah orang yang berjasa
dalam metode ini karena dialah yang menemukannya, yang mana metode ini
merupakan metode baru dalam ilmu sosial dan terfokus untuk meneliti
“intra-group- relations” atau saling
berhubungan antara anggota kelompok di dalam
suatu kelompok
BAB III
PENUTUP
3.1
Saran
Demikian makalah yang
kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Dalam pembuatan makalah ini
kami selaku penyusun menyadari kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk
penyempurnaan pembuatan
Daftar Pustaka
http:/www.scribd.com/doc/48735759/PENGERTIAN
DAN RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI
http:/www.scribd.com/doc/fisip
sosiologi.wordpress.com
http:/www.scribd.com/doc/benredfield.blogspot.com
http:/www.scribd.com/doc/talibupomai.blogspot.com
http:/www.scribd.com/doc/fahmiinformatika.blogspot.com







0 komentar:
Post a Comment